ika's posts with tag: from indonesia trip

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag from indonesia trip



Melanjutkan kisah perjalanan dengan bayi, saatnya harus balik lagi ke Utsunomiya lewat Jakarta.





KEMBALI KE UTSUNOMIYA

 

Untuk balik lagi ke Utsunomiya yang direncanakan 22 Juni 2008, saya harus memakai penerbangan ke Jakarta terlebih dahulu. Untuk persiapan ini, sebaiknya sebelum pergi ke airport (beberapa jam sebelumnya), hendaklah tanya informasi ke petugas penerbangan, lewat layanan toll free, apakah penerbangannya cancel ada ndak, baik penerbangan ke jakarta maupun ke narita....mengingat saya memakai penerbangan transit.... dan sebaiknya meninggalkan telpon yang mudah dihubungi apabila terjadi penundaan penerbangan. Karena hal ini pernah kejadian pada saya, untung aja saya cepat sampai di Airport (lebih cepat dari jadwal check in utk keberangkatan jam 8 malam) dan sendirian (enggak bawa Aisyah)....

 

Sedikit cerita, saat itu, seperti biasa saya dijadwalkan memakai penerbangan ke jakarta jam 8 malam untuk pergi ke jepang dari cengkareng jam 12An. Ternyata tanpa pemberitahuan, pesawat yang menuju ke jakarta dicancel karena suatu sebab, dan karena alhamdulillah karena saya sampai di Juanda sebelum jam 6 dan saya segera konfirmasi booking, saya bisa dijadwalkan naik pesawat ke jakarta jam 7 malam. Penerbangan ke Jakarta kali ini, tiket saya dinaikkan menjadi business class, maklum economi class waktu itu sudah penuh....dan saya rasa ini juga bentuk tanggung jawab mereka, penggantian tiket menjadi business class ini free.

 

Sedangkan cerita yang lain, pada saat itu saya harus membawa kedua mertua saya tanpa suami dengan membawa bagasi maksimal (60 kg)....ternyata beberapa jam sebelum keberangkatan ke juanda, penebangan ke narita dicancel karena suatu sebab, sedangkan penerbangan ke jakarta tetap sesuai rencana jam 8 malam. Penerbangan ke Narita diubah menjadi keesokan harinya jam 9 pagi. Setelah saya tetap memutuskan tetap pergi aja ke jakarta, karena ndak bisa meminta perubahan jadwal ke jakarta tuk dikeesokan harinya pagi hari, ditengah perjalanan kami ditelpon lagi ternyata penerbangan ke Narita sesuai rencana semula....Wuih...saya lega banget....karena enggak kebayang harus ribet kalo baru besoknya baru terbang ke Narita....Sekali lagi saya bersyukur pula karena kakak meninggalkan nomor telpon yang bisa dihubungi apabila ada penundaan jadwal keberangkatan. Kali ini karena saya 1 paket perjalanan dengan mertua, walaupun saya beli tiket di Tokyo...

 

O,ya balik lagi soal saat check in di Juanda, saya sempat kesal, karena menurut petugas meskipun saya ke Narita, saya harus ngambil bagasinya di Jakarta…Wuih….ribet…saya sempat adu argumen, karena sudah beberapa kali pake penerbangan yang sama ke Narita, bagasi enggak usah diambil di Jakarta, tapi langsung di Narita…Apalagi dengan memakai maskapi penerbangan yang sama (Garuda), baik ke Jakarta maupun ke Narita....dengan alasan saya masih harus membawa bayi, saya minta keringanan untuk tidak mengambil bagasi di Jakarta.....Saya jadi berpikir, mosok kalah sama Qantas, yang waktu itu bisa melayani penerbangan transit, dari Brisbane-Sydney-Denpasar tanpa membawa bagasi keluar dari Sydney selama memakai maskapi yang sama(Qantas), sekalipun pesawat domestik ganti pesawat internasional(yang lebih besar kapasitasnya). Alhamdulillah bisa....

 

Yang agak kecewa, karena saya meminta baby stroller dipakai di Jakarta, saya harus membawa baby stroller menuju bording gate Juanda dengan posisi terlipat, karena Aicyan  minta digendong. Sedangkan untuk dimasukkan dibagasi aja yang setelah itu saya ambil di jakarta tidak memungkinkan. Sambil membawa baby stroller terlipat, saya menunggu di ruang boarding. Disini saya request dengan petugas boarding gate, kalo bisa minta baby stroller bisa dipake tepat dipintu pesawat setelah sampai di Jakarta. Dan ternyata, hal ini enggak bisa dilakukan…..malah yang parah saya harus mengambil di bagasi setiba di Jakarta…Lho kok bisa….??? Heran saya, wong tadi waktu check in, saya minta dibagasikan aja jadi gampang enggak bawa kesana kemari di ruang boarding juanda,…enggak bisa kata petugas check in dan  setelah dibawa sampai di boarding gate, kata petugasnya  harus diambil di bagasi….walah……Begitulah kebijaksanaan kali ini kata mereka, wis pokoke bla..bla..bla….

 

Setelah sampai di Cengkareng, saya minta petugas di lapor diri pesawat transit, tuk dibantuin ambil baby strollernya….Setelah saya ambil baby stroller, saya naik ke lantai 2, untuk menuju keberangkatan internasional….Dan seperti check in waktu di Narita, saya sudah dibookingkan untuk baby basketnya……..Kali ini walaupun saya ngedumel tentang baby stroller, tapi masih ada kegunaannya. Karena Aicyan enggak bisa tidur ketika di cengkareng kurang lebih 3 jamAn, dia lebih nyaman ditaruh di baby stroller sekalian dia bisa main dan enggak terbatas ruang geraknya seperti kalo digendong…..

 

Sesampai ruang boarding, saya meminta baby stroller supaya ada dipintu pesawat, trus kata petugas boarding, entar ibu bilang aja ke kru pesawat….Setelah pesawat mendarat di Narita, saya minta baby stroller didepan pesawat langsung…..Apa kata mereka, ibu telat ngomongnya, sebelum pesawat mendarat ngomong, entar pilot minta ama kru yang ngurus bagasi, supaya segera dikeluarkan dan diletakkan di depan pesawat……..Walah salah lagi….kenapa ya ribet ya….??? Padahal menurut informasi teman2 di mailing list, biasanya namanya baby stroller disimpan di ruang eksekutif…hu..hu...hu…..mungkin kebijaksanaan baru ya…..yang semakin bikin ribetttt……

 

Mengenai pengambilan koper dari belt conveyor di Narita, saya sedikit terbantukan dengan seseorang yang mungkin merasa kesian lihat ibu2 bawa bayi sampai ngangkatin koper dari belt conveyor ke kereta dorong. Sedikit saran saya:

·          Kalo ingin bayi anda memakai baby basket, sebaiknya request saat beli tiket.

·          Apabila sudah tidak ada kursi yang ada baby basket, minta dekat dapur ato mungkin toilet. 

·          Mau bawa baby car, menurut saya (seperti mbak SM sarankan) tergantung Terutama kalo beda negara, beda tujuan dan asal kota, pake airlines apa, transitnya banyak ato nggak, ada wkt tunggu lama ato ngga, punya kartu member/kartu kredit masuk kelas executive apa ngga, delay apa ngga, serta banyak nya anak, plus berat badan anak...  

·          Mempersiapkan kondisi ibu terlebih dahulu, jangan ragu2, panik....dan sudah mempersiapkan kondisi yang tidak ternyamanpun.

·          Mempersiapkan obat2an bayi, makanan dan minuman bayi(apabila tidak pake ASI) dan mainan bayi serta keperluan bayi lainnya.

·          Memisahkan dokumen2 penting, karena biasanya ibu yang membawa bayi, membawa tas besar satu aja, yang isinya keperluan bayi dan ibu jadi satu.

·          Lebih baik datang jauh lebih awal dari waktu check in.

·          Untuk pergi ke toilet didalam pesawat, mintalah bantuan orang yang duduk terdekat dulu dengan anda, ato pramugari untuk menjaga bayi anda. Kalo masih diruang boarding(di Indonesia), mintalah pada petugas boarding untuk menjaganya sebentar.

·          Setelah semua keperluan sudah dipersiapkan, kita tinggal berdoa dan menyerahkan keAtas, karena semua sudah diusahain, kadang ada faktor lain bisa aja timbul.

 

Semoga bisa bermanfaat

 

Utsunomiya, 26 Juni 2008

 

 

 

 


 

Ini sekedar pengalaman pertama saya sewaktu mudik ke Indonesia 7 Juni 2008 yang ingin disharing,  semoga bisa membantu dan bermanfaat buat teman2 yang ingin mudik dengan membawa balita tanpa didampingi suami.

 

KEBERANGKATAN KE INDONESIA

 

Hari ini masih terasa hawa yang namanya mudik…..Di Indonesia, setiap bangun pagi pagi, di sebuah stasiun TV disajikan ceramah agama yang setelah itu, kita disuguhi dengan beragam berita di penjuru Indonesia…..Penat yang semula tidak terasa di Indonesia, sekarang mulai kurasakan…tapi tak surut untuk menggerakkan tuts ini tuk menulis beragam oleh2 yang kubawa dari tanah air….

 

Untuk memutuskan pulang musik berdua tentu tidaklah mudah, apalagi ini pengalaman pertama saya….Dengan bantuan teman2 di milis FAHIMA dan KEHAMILAN, yang mempunyai pengalaman kurang lebih sama, saya bisa memutuskan tuk pulang berdua ke Indonesia. Dengan beberapa pertimbangan, yang dihari2 terakhir sempat membuat ragu, bisa ato tidak saya bisa pulang…..

 

Tepatnya tanggal 7 kemaren (Juni), alhamdulillah saya bisa sampai di Indonesia, tepatnya “Surabaya” dengan selamat bersama Aisyah (waktu itu 11 bulan lebih)….berdua saja tanpa didampingi suami.

 

7 Juni 2008, tepatnya jam 4.30 waktu Utsunomiya, saya diantar suami dengan mobil menuju Narita…Jalan yang kulalui lebih singkat daripada jalan yang dipake Bis Maronie yang biasa kami tumpangi apabila ke Narita. Dengan berhenti 2 kali, mengisi bensin dan rehat disuatu combine store, serta mobil yang membawa kami dikemudikan dengan santai, alhamdulillah bisa sampai di Terminal 2, Narita kurang lebih jam 8.15….tepat waktu check in hampir dibuka.

 

Setelah menurunkan semua bawaan, dan mengantri menuju counter check in Garuda Indonesia, tibalah giliran saya tuk check in…..Pada saat itu saya membawa 1 koper seberat 25 kg (dari jatah 30 kg untuk bagasi bersama Aicyan), membawa tas tentengan bayi yang tentu aja berisi barang2 keperluan Aicyan dan dokumen perjalanan (paspor dll), baby stroller dan tentu aja gendongan bayi.    

 

Semula saya memutuskan membawa baby stroller dikarenakan beberapa pertimbangan:

·          Sebelum ke Surabaya, kita diminta turun untuk proses imigrasi dan pengambilan bagasi di Denpasar. Semua proses ini dilakukan di terminal kedatangan internasional. Setelah itu saya harus keluar dari pintu ini dan masuk lagi ke terminal keberangkatan domestik, utk meminta boarding pass ke Surabaya.

·          Selain untuk mobilitas tersebut, perlunya membawa baby stroller juga dikarenakan berat Aicyan yang waktu itu 9,3 kg, kadang dia sudah mulai bosen digendong dan juga untuk mengantasipasi kalo saya terdampar agak lama di Denpasar.

·          Dan faktor terakhir, karena saya akan balik lagi ke Utsunomiya dari Surabaya lewat Jakarta, biasanya saya akan menunggu kurang lebih 3 jam sampai menunggu pesawat garuda take off lagi kurang lebih jam 12An. Belum lagi kalo terjadi penundaan keberangkatan ke Jepang (karena hal ini pernah terjadi).

Sesuai saran mbak Dina (dari milis FAHIMA), saya membawa baby stroller tipe B, karena mudah dilipat dan ringan, yang tentunya saya tetap membawa yang namanya gendongan bayi.

 

Karena suami mengantar sampai Narita, proses pengangkatan koper ke meja timbangan waktu check in tentunya bisa teratasi. O,ya mengenai baby basket, karena pada saat pembelian tiket, saya sudah meminta baby basket, pada saat check in sudah tidak ada masalah dengan hal ini. Begitu juga pada waktu saya meminta baby basket di Cengkareng untuk keberangkatan ke Narita.  Saya juga sempat kuatir mengingat panjang dan berat Aicyan yang agak berat, apa bisa memungkinkan untuk memakainya.....maklum baby basket diperuntukkan tuk berat bayi maksimal 10 kg.....Ternyata memang benar, begitu Aicyan ditidurkan kakinya sedikit tertekuk, tapi alhamdulillah enggak ada masalah, malah dia nyenyak tidurnya.

 

Mengenai baby stroller, karena saya meminta tuk bisa dipakai sampai ke mulut pesawat, bagian check in memberikan semacam kertas yang ditempelkan di baby stroller. Yang kemudian setelah sampai dilorong boarding gate, segera dilipat petugas. Yang agak kecewa sedikit, ternyata begitu sampai di Denpasar, baby stroller tidak segera siap dimulut pintu pesawat. Alasan mereka, saya bukan ke Jakarta, jadi baby stroller harus diambil di bagasi....Huhuhu....lumayan ribet, karena saya harus periksa imigrasi dulu, baru bisa ambil baby strollernya....Karena koper lumayan berat dan jarak terminal internasional dengan domestik, lumayan, saya pake jasa porter untuk membantu loading dan unloading barang2......

 

Alhamdulillah, selama perjalan ke Indonesia (via denpasar), Aicyan tidak rewel.....seat kududuki, berada persis dekat dapur, sehingga memudahkan tuk minta air hangat untuk membuat susu. Seat saya yang sebaris berisi 4 kursi, yang kebetulan pada waktu itu hanya saya saja yang mengisi.....Entah karena apa, ada obachan yang duduk didekat kursi yang kosong, mungkin aja karena Aicyan enggak rewel sama sekali sehingga ada yang mau duduk dekat kami....Untungnya, saya bisa menitipkan Aicyan pada waktu tidur untuk pergi ke toilet sebentar.....

 

Pada saat check in di Denpasar, tuk keberangkatan ke Surabaya, sebaiknya ditanyakan ke petugasnya, masih lama apa enggak waktu keberangkatannya. Kalo enggak lama, sebaiknya baby stroller disimpan aja di bagasi. Kenapa saya nganjurin seperti ini, karena kalo cuman sebentar aja, percuma enggak sebanding ama ribetnya kalo bawa baby stroller sampai ke ruang boarding....mana enggak ada lift, untung aja waktu itu saya ada yang ngebantuin bawa baby stroller dengan Aicyan lewat eskalator. Trus baby strollernya sampai di Juanda, bisa diambil di bagasi aja.....enggak didepan pintu pesawat...mungkin karena dari pesawat saya sesampai di Surabaya, masih harus pake bis menuju keruang kedatangan juanda...wis...wis...wis ...pokoke ribet....

 


Utsunomiya, 26 Juni 2008

 


EventPULKAMMay 23, '08 10:46 PM
for everyone
Start:     Jun 7, '08 04:00a
End:     Jun 22, '08 11:00p
Location:     Surabaya
Sesuai judulnya, kita berdua, Aicyan dan aku mau pulang ke Surabaya....Yuhuuu...sekalian ngerayain ultahnya Aicyan ama keluarga...

EventPulkam IndonesiaOct 17, '07 11:39 PM
for everyone
Start:     Nov 11, '07 11:00a
End:     Dec 1, '07 11:00p
Location:     Surabaya

EventPulang ke IndonesiaJun 20, '07 9:00 AM
for everyone
Start:     Jun 22, '07 05:00a
End:     Aug 22, '07
Location:     Surabaya-Tangerang-Jakarta
Untuk sementara, Ika pulang ke Indonesia jumat besok. Belum tahu sampe berapa lama, bisa 1 bulan atau lebih. Mungkin untuk sementara tidak bisa membalas reply "contacts" di Multiply.

EventGoing HomeJan 29, '07 8:22 AM
for everyone
Start:     Mar 17, '07 05:00a
End:     Mar 31, '07
Location:     Indonesia-Surabaya
On March, I have plan for going home for while.

ReviewReviewReviewPorong Mud FloodOct 21, '06 2:59 AM
for everyone
Category:Other
Pasuruan is one of the city in East Java where my husband born and grew up until Senior High School. Pasuruan looks like his home town after Kamal where his mother and father live now.

When arrived in Indonesia, we had a plan to visit my husband sister in Pasuruan. We knew that it is difficult to go there, because we will get traffic jammed in Porong, between Surabaya and Pasuruan. The trouble is that we will have a bottle neck in Porong due to spilled mud of volcano so that the highway could not be used any more. When looking around left and right hand the highways, the mud flood have been sinking many houses, schools, mushollas, factories, rice field, and every thing. We cannot see the buildings only its roof that we can see. The tree is dying with its leaf turning into black color. White smoke goes out from the hole that is made by oil company exploration.

At that time, because we went to Pasuruan on Sunday morning at 5.30 o’clock, we did not get traffic jammed. But when returned to Surabaya, we got traffic jammed in Porong Off course, the crowded and noisy condition during that trip. Before mud flood disaster, we can go to Malang from Surabaya, it takes 2 hours driving, but now it takes 5 hours.

When returned to Japan on middle of September, I heard people that living around mud flood location made demonstration by blocking the highways. I don’t know until when the mud flood will stop. I am afraid that other places around that mud volcano will sink. Some news paper says that the mud flood will stop after 31 years


Blog EntryOur Parent BirthdayOct 21, '06 2:52 AM
for everyone

 

Every year we celebrate our parent’s birthday for their memory. We celebrated for Thanks of Allah the god because this year He gave them a healthy condition and prosper. On 2006 August 18 is my father birthday and September 23 is our mother birthday. He reached 60 years old and our mother reached 56 years old. When I came back Indonesia on August 19, our parent waited me to celebrate their birthday. We cannot tell how much they love us. Father and mother take care of us from baby to marriage. When we were young, they were beside us in sadness and happiness life. Even after got married, still we want them some idea and help. They were not tired taking care of us and they were happy also helping their grandson and granddaughter. We always remember their kindness. Congratulations on their birthday. We wish that Allah always gave them a good health and took care of them


Blog EntryMy lost baggageOct 14, '06 12:14 AM
for everyone

 

I could not imagine that I lost my baggage for the first time when I came back to Indonesia in September 2006. At that time, I went to Indonesia alone, because my husband had some works to do at university. Due to lonely, I had to handle all my baggage during the flight from Japan Narita to Indonesia Surabaya with transit at Denpasar. From Narita to Denpasar took 7 hours flying, from Denpasar to Surabaya took 45 minutes flying. If we go to Surabaya from abroad, the immigration always is in Denpasar. This time, the immigration did not take so long time so that I took baggage without trouble. And, really it made me stressful because I had to take the baggages by myself at Denpasar and arrange them to the next flight to Surabaya. My baggage was not automatically transferred as the passenger transit for Jakarta does. I brought 2 suitcases with maximum weight.

 

The lost baggage occurs when I arrived at Saturday night in Surabaya. For complaining the lost baggage, I must fill lost baggage form. I was so exhausted with this trouble. Cause in lost suitcase had many gifts that I want to give for my family. When I was out of home on Sunday night, airport officer called me to inform that my baggage had been found. Actually the officer will carry the baggage directly to my home on the late afternoon. By chance my sister has appointment with her friends in airport, it was a good time for me to pick up the lost baggage in the Monday morning without waiting till afternoon.

Unlike in December 2005, when I went to Indonesia together with my husband, at that time we took the baggage so long time so that we run to the next flight to Surabaya. Fortunately we could catch the plane, even though the flight was still waiting just only for us. I said to the stewardess that we were so sorry for late reason. Really, we were ashamed


Blog EntryDelicious DurianOct 13, '06 10:13 PM
for everyone

 

 

 

 

 

 


When, I came back to Surabaya Indonesia, first I met family and twice I ate Indonesian food and fruit. I felt so long time that I did not eat tropical fruit and Indonesia food. Especially I want to eat East Java food, like Rujak cingur, Tahu campur, and Gado gado as well as Bakso. When I returned to Japan, I brought bakso.

 

My planning in holiday in Surabaya was dreaming about urian. I remembered I bought delicious Parung Durian. Unfortunately, buying Parung Durian was impossible because now, my brother is not living in Bogor, therefore it is difficult to find Parung Durian in Surabaya. For that reason, my parents accompanied me to buy Montong Durian at Carefour Surabaya. Since cheap Durian at Carefour is limited, off course, soon after the durian had been served, they were sold out very fast. Many people rushed inline that cheap Durian so that everybody brought two baskets by his left-right hand. Due to the narrow inline place, everybody carrying baskets should put up their hands. Everybody did not care about smell from other armpits and pickpocket about their carelessness not watching their wallet. My mother and my husband raced with them to take inline for the durian. Because my mother brought wallet in the left hand and basket in her right hand, somebody standing inline back side of my mother warned her to carry two baskets. She replied “how can I bring two baskets while keeping the wallet? It is impossible, If I’m doing so, the pickpocket will take my wallet”. Finally, she got only one durian.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help