ika's posts with tag: diary of live

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag diary of live
Blog EntryGenap 1 Tahun, Aisyahku….Jul 3, '08 1:19 AM
for everyone


Setahun sudah, saya mendampingi Aisyah tumbuh menjadi my sweethearth…. Kulalui dengan beberapa tahapan bersama Aisyahku. Sebelum pulang ke Indonesia kemaren, kucoba beberapa macam2 menu makanan yang berbeda, karena kurasa Aisyah sudah mulai bosan….beberapa kali kulihat dia hanya mengulum makanan yang kusuapkan ke mulutnya…Beberapa hari sebelum pulang, kusuapkan dengan nasi yang biasa kita makan (alias ndak selembek biasanya), dan kucampur dengan suwiran sanma yang dipanggang, eh ternyata dia tidak menolak….malah lebih lahap dari biasanya…..Walah, mungkin sudah waktunya, makanannya sama dengan saya, yang tentu aja enggak pedas. Apalagi giginya sudah ada 8 biji (lha gimana wong tumbuh 2 gigi pertama aja diusia 5 bulan)….

 

Ketika dipesawatpun, daripada dia bosen minum susu, kusodorkan jus apel dan jeruk bergantian dibotolnya....Alhamdulillah dia suka....Padahal dari Utsunomiya, kubawa pocari sweet bubuk, kubuat tuk jaga2 kalo dia bosen juga....Wis, saya enggak ngira Aicyan mau minum, karena dia dulu enggak suka dengan jus mungkin rasanya yang agak asam, apalagi yang 100%. Saya juga bersyukur enggak terjadi problem perut.

 

Sesampai di Indonesia, menu soto ayampun dilahap Aicyan, begitu juga dengan opor ayam dan rawon, tentu aja ika goreng seringkali jadi andalan apabila kita membuat menu yang pedas. Lha, gimana saya belum berani menyuapkan Aicyan dengan menu pedas…..Untuk menyuapkan opor ayampun, kutidak berani memberi banyak kuah, karena takut santannya….yah hanya sedikit basah aja dengan kuahnya. Begitu juga dengan rawon.

 

Cemilan waferpun sudah hal biasa masuk kemulutnya, tomat utuhpun jadi sasarannya……begitu juga jambu air.....Ehmmm andaikata bisa lama mudik di Indonesia, tentu puas dengan berbagai buah tropis itu.....

 

Mengenai duduk, berdiri apalagi jalan, Aicyan termasuk agak lambat.....Mungkin disebabkan karena problem ukuran kepala yang dekai (besar....menurut orang jepang), membuat keseimbangan Aicyan agak terganggu. Ehmmm...semula kupikir faktor berat badan....tapi ternyata berat badan Aisyah normal(masih dalam range yang maksimal), begitu juga dengan tinggi badan.

 

Duduk baru bisa sendiri diusia 1 tahun. Berdiri  sendiri dia agak takut2, perlu ditolong. Kalo dia jalan memakai alat bantu yang berputar dengan roda 8, dia gesit banget sampai semua barang dimeja digratakin semua....tapi begitu alat bantu dilepas diganti tangan saya sebagai pegangan, wis bisa diperkirakan pasti enggak lama, dia nangis dan duduk di lantai....ehmmm takut kayaknya....

 

Tapi menurut beberapa ibu2 yang sudah berpengalaman dengan putera/inya (yang juga termasuk orang jepang)...,menurut mereka kemampuan tiap anak beda2....jadi jangan disamakan....Seorang ibu disini mangatakan, bahwa sebetulnya anaknya sudah bisa jalan 10 bulan tapi dengan tongkat, begitu tongkat dilepas dia enggak mau jalan....setelah 1,5 tahun dia baru mau jalan tanpa support.

 

Aicyan sudah lebih ceriwis, dibandingkan waktu usia 8 bulan....banyak kosa kata yang berbeda keluar dari mulutnya, selain mama dan papa......Begitu juga dengan gerak-geriknya dan reaksinya....sudah mulai bisa meringis, tepuk tangan, menggerakkan tangan seperti menari dan kadang main mata....Ternyata anak umur segini sudah mulai mengerti dan meniru...buktinya diajarin, sebentar udah bisa meniru....

 

 

Utsunomiya, 3 Juli 2008

 

 


Blog EntryTHANKS FOR ALLJun 29, '08 10:16 PM
for everyone


Sudah seminggu, saya sampai di Utsunomiya setelah habis mudik dari Indonesia 7 s/d 22 Juni 2008. Tapi karena kita berdua (bareng Aicyan) kena batuk pilek yang dibawa dari Indonesia, membuat saya baru hari ini bisa merespon ucapan selamat teman2 di multiply.


Makasih saya alamatkan buat mbak2, teteh dan semua teman2 dimultiply yang sudah mampir tuk memberikan ucapan dan doanya . Mbak Eva di Jakarta, mbak Lintang di Belgia, mama Vicky di USA, Dewa Cinta, mbak Debby di Palembang, mbak Retno di Sidoarjo, mbak Titi di Jogjakarta, mbak Uut di Hongkong, Kadoku di Tangerang, teh Dina di Nagasaki, bunda 3F, mbak Husna, mbak Lizy, teh Tina, bunda Inge, bpk Muharni Arsyad, dan teman2 lainnya yang tidak bisa kusebutkan satu persatu,  .......makasih ya tuk ucapan dan doanya….

 


Tak terasa umur saya yang sudah tidak muda lagi (he..he..he...perasaan baru kemaren2 kuliah.....), semoga dengan bertambahnya umur menjadikan saya, mawas diri dan menjadi orang yang lebih berguna lagi buat lingkungan sekelilingnya terutama dengan teman2 yang sering berinteraksi dengan saya.

 

Dibulan ini juga, Aicyan genap berusia 1 tahun pada tanggal 16 Juni 2008.

 

Sekali lagi thanks for all…..  

 

 

Utsunomiya, 30 Juni 2008 

 


Blog EntryTaihen da..…Semua pada naik…May 2, '08 12:10 AM
for everyone

 

 

 

 

Sudah 2 hari ini , sejak pemerintahan jepang menaikkan harga bensin disini. Harga bensin memang naik, dengan kenaikan rata2 setiap pom bensin 30 yenAn setiap liternya, begitu seperti pemberitaan sebuah stasiun TV.

 

 

 

 

Sehari sebelum hari H (30 April), banyak kendaraan bermotor menyerbu pom bensin yang harga per liternya bensin masih murah.Ternyata sama aja dengan di Indonesia, walaupun disini kenaikan 30 yenAn per liter, banyak pom bensin yang diserbu sebelumnya hari Hnya.

 

Rata2 harga bensin sebelum kenaikan, seharga 120 yenAn/liter. Kenapa, saya sebut harga bensin disini rata-rata? Di Jepang, harga yang ditawarkan setiap pom bensin bervariasi, masing2 berlomba dengan harga yang bersaing tuk memikat konsumen..   

Selain harga yang bersaing, masing2 manawarkan beberapa service ke konsumen.

 

Kalo kita membeli bensin dengan kapasitas tanki mobil yang dipenuhi full “Mantan”, biasanya kaca mobil kita akan dibersihkan dengan gratis. Fasilitas lainnya, berupa ban yang diisi angin seperti beberapa pom bensin di Indonesia.

Ada juga pom bensin yang menawarkan fasilitas “Shelf Service”. Tentunya sesuai dengan namanya, konsumen diminta mengisi bensin dengan sendirinya. Harga yang ditawarkan, lebih murah daripada pom bensin lainnya, yang dilayani.

 

Sebetulnya sebelum 1 Mei 2008 kalo enggak salah 1 bulan yang lalu, harga bensin disini sudah naik. Sedangkan harga kebutuhan pokok mengikuti kenaikan harga bensin.Tapi berhubung banyak yang memprotes, harga bensin dikembalikan seperti semula, sekitar 120 yenAn/perliter. Akan halnya dengan harga bahan pokok, walaupun harga bensin sudah diturunkan(pada waktu itu), tidak serta merta harga kebutuhan pokok turun.

 

Sampai harga bensin sekarang naik, harga kebutuhan pokok enggak turun2, malah semakin meroket.

Harga spageti 300 gram, yang bisanya bisa dibawah 100yen, jadi 160 yen.

Harga terigu, yang biasa dijumpai dengan harga 150 yen/kg, sekarang 170 yen.

Ini belum harga2 lainnya, kalo diamati ada yang sampai kenaikan 2xNya.  

 

Orang jepang aja bilang “Taihen”, apalagi saya yang pendatang.....

 

 

 

Utsunomiya, 2 mei 2008

 

Note;

Taihen, terrible

Mantan, isi sampai penuh

  

 


Blog EntryTumbuh kembang, Aisyahku di 10 bulan…….Apr 30, '08 10:10 PM
for everyone

 

 

Tak terasa Aisyah hari ini Aisyah sudah 10 bulan 15 hari. Makin lama, tambah berat dan panjang aja badannya, he..he..namanya sedang tumbuh kembang….

 

Seminggu yang lalu waktu ke BellMall (salah satu supermarket di Utsunomiya), sempet ditimbang, beratnya sudah 10 kg dengan tinggi badan kurang lebih 75 cm. Oo….., ternyata nambah beratnya lumayan banyak daripada penambahan dibulan2 yang lalu. Makanya, bundanya sudah enggak tahan lama nggendong Aicyan..

 

O,ya walaupun beratnya termasuk range normal, akhir2 ini dia enggak seberapa makan makanan pendamping, sukanya susu..susu dan susu lagi. Kalo susunya susu ASI, mungkin saya enggak seberapa mengkhawatirkan, karena pernah lihat informasi, bahwa ASI bisa melengkapi semua kebutuhan bayi akan kandungan gizinya.

 

Mengenai tingkahnya, terakhir dah maju walaupun masih pake gaya tentara maju sambil tiarap. Kadang bergerak mundur, kalo sudah capek maju. Kalo kaki terbelit sesuatu sehingga enggak bisa jalan, jadi nangis, padahal kalo dilihat enggak seberapa terbelit, alias masih longgar. Sering suka main ditempat yang sempit, trus setelah bosen main, mau balik badan susah, majupun susah, jadilah nangis, hi..hi..lutcu kalo dibilang..Habis dia kekeh main ditempat yang sempit.

 

Dah mulai nggratakin(bikin amburadul, he..he..) semua yang ada di dekatnya. Kabel apapun, ditarik sana sini. Sayangnya kabel tuk internet ada dibawah yang bisa terjangkau Aicyan kalo lagi main2 dibawah. Jadi seringnya ditutupin sesuatu, habis dia terus lihat kabel internet, bisa2 ditarik. Ayahnya, nulis pake laptoppun kena sasaran. Jadi kalo mau naruh Aicyan dilantai, harus dijauhin  dari semuanya, kecuali tuk mainannya

 

Kalo lihat orang lain makan, biasanya ngelihatin trus merengek…he.he…minta makan juga..Tapi kalo dah diturutin, kubuatkan makanan dia, ehmmm paleng enggak banyak, 5 suap aja( makanan karbohidrat yang dicampur lauknya).

Supaya dia tidak bosen, aku beri nasi (nasi sini punel) dicampur abon., Makan sih  makan, tapi tetap aja beberapa suap aja. Udah beberapa suap, dimuntahin kalo ndak mau. Jadi seringnya, saya variasikan dengan pisang separuh, purin, serutan apel, apokat juice, cacahan tomat, supaya dia mau…Tapi saya takut dia cuman mengenal rasa manis…  Lebih banyak makanan  bervariasi yang dia suka khan lebih baik, untuk menghindarkan alergi dan tentunya memenuhi kandungan gizi.

 

Disini, setiap usia 10 bulan, diadakan pengecekan rutin ke dokter anak2…Sebelumnya (kurang lebih 1 bulan sebelum usia 10 bulan), ada surat pemberitahuan dari City Office sini yang mengingatkan kita untuk segera melakukan pengecekan di usia tertentu, seperti 10 bulan dst. Dan kita bisa memilih dokter anak2 yang sudah ditunjuk City Office untuk melakukan pengecekan anak kita. Di surat pemberitahuan tersebut, berisi formulir yang harus diisi kita sebelum ke dokter anak. Biasanya ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab semisal:

-          Sudah dilakukan vaksin apa aja?

-          Pernah terkena sakit berat?

-          Keseharian dari bayi kita,misalnya makan (apa aja, berapa banyak, berapa kali sehari), minum (apa aja, berapa banyak, berapa kali sehari), main, tidur, jam berapa aja?.

-          Ada yang menjaga selain ibu?

-          Yang menyangkut polah bayi: bisa membedakan orangtuanya dengan orang lain?, kalo dipanggil segera menengok?, Udah mengeluarkan suara da,da,da ato lainnya?, bisa merangkak? dll

-          Ada sesuatu yang dirisaukan orang tua terhadap perkembangan anak?

        

Rencananya Aisyah ikutan pengecekan ini tgl 7 Mei 2008, moga2 tidak ada sesuatu yang merisaukan..….

      

 

 

Utsunomiya, 1 Mei 2008 


Photo AlbumAicyan in "FRAME" (18 photos)Apr 29, '08 7:23 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini potongan foto kenangan Aicyan selama di Utsunomiya. Beberapa ekspresi, ketawa, melotot, bengong dan cemberut serta polah tingkahnya yang tershoot oleh kamera teman dan terbingkai.

Sekali lagi, thanks to danang dah mengambil beberapa angle Aicyan.....This is nice shoot....

VideoA Piece of "Memory in Utsunomiya" Apr 29, '08 6:05 AM
for everyone
Video ini merupakan penggalan foto kenangan selama tinggal di Utsunomiya dari Oktober 2007 s/d awal April 2008.

Berisi beberapa memori di Utsunomiya antara lain:
Festival Tochigi International 2007, Oct bersama Tochigi Indonesia Assc.
Idhul Fitri dan Idhul Adha 2007 bareng teman2 Internasional Muslim Utsunomiya(UMA).
Menikmati Salju di Chuo Koen 2008, Pebruary.
Kegiatan masak bersama bareng orang jepang 2008, Pebruary.
Hanami(menikmati sakura) di Hachiman Yama Koen dan Kogakubu 2008, Beginning of April bersama teman2 Internasional Muslim Utsunomiya (UMA).
Polah tingkah Aicyan.


Thanks to Danang, sudah mbantuin fotoin dan ngumpulkan jadi satu dalam sebuah video....


Keluarga Pak Arief.wmv (25.5 MB)

Photo AlbumPolah Aicyan di usia 10 blAn.... (15 photos)Apr 28, '08 12:42 AM
for everyone

Blog EntrySulitnya nyari “Apato “.....Mar 22, '08 11:53 PM
for everyone

Akhir bulan ini, kami berencana pindah apato (apartemen), setelah apato sebelumnya yang sudah tua milik universitas akan dirobohkan untuk dibuat jalan. Alhamdulillah, walaupun rumah tua, kami bisa tinggal selama 2 tahun, padahal di asrama universitas yang bagus kami hanya diperbolehkan tinggal 1 tahun. Mengingat banyak orang non jepang yang ingin tinggal di asrama, sedangkan kamar di asrama terbatas. Selain murah, apato sebelumnya punya tanah yang luas dimana kami bisa menanam berbagai sayuran.

 

Akhirnya diputuskan mencari apato baru, yang agak murah, maklum apato yang baru akan ditempati cuman 6 bulan (insyaallah suami selesai studinya dibulan September). Padahal untuk menyewa apato di jepang, secara umum kita dikenai uang sebesar 4 bulan sewa sebelum masuk. 4 bulan sewa itu buat bayar:

·           Shikikin (deposit), apabila terjadi kerusakan yang disengaja sewaktu kita menempati. Apabila kita pindah, tidak terjadi kerusakan, uang deposit akan kembali. Kata temen jepang, ada pernyataan tak tertulis, kali kita cuman menempati dibawah 1 tahun, uang deposit tidak kembali.

·           Reikin ( thank you money, buat pemilik apato).

·           Chukai-tesuryo (real estate agent’s fee)

·           Sewa bulanan yang harus dibayar sebelum masuk.  

 

Ternyata nyari apato sulit, apalagi buat orang non jepang, padahal kami sudah dibantuin temen jepang. Tidak semua pemilik apato mau menerima orang non jepang, entah apa alasannya. Setelah menanyakan apato melalui beberapa fudousan (real estate agent), dapat juga apato yang mau menerima kami. Untuk bayar didepan, kami hanya dikenai biaya 3 bulan, untuk shikikin, chukai-tesuryo dan sewa bulanan, bulan April 2008.


Blog EntryAicyan ternyata….kena “Kaze Perut…”Mar 17, '08 10:02 PM
for everyone

Ternyata sakit datang juga. Maklum karena Aicyan datang di Utsunomiya bulan Desember, kami khawatir dia enggak bisa menyesuaikan dengan udara dingin disini. Mau masuk musim semi (haru), yang mana udara udah mulai menghangat, akhirnya........Aicyan sakit juga. 

 

Sabtu kemaren, lagi di cainzhome habis beli keperluan Aicyan, sampe di parkiran mobil mau pulang kerumah, Aicyan muntah. Muntah dari hidung dan mulut.... banyak lagi, habis gitu dia lemes. Ternyata di hari itu Aicyan muntah ampe 3 kali, siang 2 kali dan sore 1 kali.  Bingung cari klinik yang terdekat dengan rumah, apa ada yang buka di hari sabtu….apalagi waktu itu dah jam 5 sore.  Alternatif terakhir, .kalo rumah sakit terdekat enggak buka ya ke Seisekai Byoin(rumah sakit pusat di Utsunomiya).

 

Sebelum kesana, telpon temen yang mungkin lebih tahu ada rumah sakit ato klinik yang buka dihari sabtu. Apalagi Seisekai Byoin karena rumah sakit pemerintah, banyak orang ngantri. Ternyata Yakankyukyu, buka. Yakankyukyu, klinik yang buka setiap hari dari jam 7malam sampe jam 7 pagi, selain itu di hari minggu dan libur, buka juga dari jam 9 pagi sampe 5 sore. Fasilitas perawatan gigi juga ada, tuk setiap harinya dari jam 7 malam sampe 12 malam. Ehmmm kalo di Indonesia ada yang kayak begini, mungkin jadi lebih nyaman. Yang bekerja pagi hari, bisa ke klinik ini tanpa susah2 minta ijin atasan. Dan yang lebih nyaman lagi, untuk fasilitas berobat untuk anak dibawah 3 tahun gratis... 

 

Setelah diperiksa, ternyata kata dokter Aicyan kena Kaze perut( mungkin istilah kita masuk angin)....Kupikir kaze di Jepang, cuman batuk, pilek dan demam....Eh..ternyata ada juga kaze di perut....Sementara Aicyan diliburkan makan dan minum susunya. Hanya boleh minum minuman pengganti elektrolit tubuh kayak Pocari Sweet. Sedangkan makannya boleh cuman roti tawar dan nasi tim tanpa rasa, tanpa ditambahain macam2.....

 

O,ya walaupun muntah cuman sehari, berat badan dah turun...... Doakan semoga Aicyan cepat sembuh ya......bisa ngelihat dia banyak gerak dan bermain...


ReviewReviewReviewReviewBUNTUT SINGKONGFeb 17, '08 5:49 AM
for everyone
Category:Other
Dari milis sebelah, semoga bermanfaat.........

Tersebutlah dalam sebuah kisah nyata.

Diujung gang sebuah pasar, mangkal seorang penjual singkong goreng (gorengan) yang setiap hari berjualan dengan penuh suka cita demi menghidupi anak dan istri tercinta.

Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. Si anak berdiri di sisi gerobak kesayangan Pak Singkong (sebut saja begitu) sambil memandangi gorengan panas yang baru diangkat dari penggorengan mendidih. Sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan bertanya "kamu mau... ?" dan tanpa bersuara si Anak Singkong (sebut juga begitu) mengangguk, tersungging sedikit senyum gembira penuh harap.

Terlintas begitu saja, Pak Singkong langsung bereaksi. Ia mengambil ujung paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, daripada terbuang sia-sia, karena ga ada yang mau beli gorengan buntut singkong. Dengan penuh kegembiraan si Anak Singkong melahap buntut singkong goreng gratis dari Pak Singkong.

Demikian, hal berulang setiap hari. Sampai pada hari ke empat, pak singkong tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya...

Dari sebuah mobil yang cukup mewah (Belum Jaguar setidaknya), turun seorang laki-laki muda gagah, parlente kata orang betawi (sebut aja si Tampan). Dia menghampiri pak singkong dengan senyum gagah menawan.

"Gorengan Om", begitu teguran khas Pak Singkong ke stiap pelanggan yang datang. "Ya Pak, tapi saya mo beli buntut singkong" sambil tetap mempertahankan senyum gagah (hehehe... senyum gagah kaya apa sih ?).

Sambil senyum dan tak kalah gagah (ukuran Pak Singkong), Pak Singkong menjawab sekenanya "Maaf Om... saya kaga jual buntut singkong" dan si Tampan ga mau keabisan akal "ah... massaaa...." katanya sambil pindah ke posisi kanan gerobak Pak Singkong sambil menggogot jari telunjuknya.

"Masya Allah.... Subhanallah...." sambil melotot terperangan penuh haru "jadi ini kamu...." demikian kata Pak Singkong sedikit terbata. "Ya... ini saya, 20 tahun cukup untuk membuat Bapak lupa sama saya" jawab di Tampan.

Setelah 4 hari minta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya... ia bekerja keras untuk pendidikan dan karirnya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukse yang ga pernah dibayangin sebelumnya.

Singkatnya, sebagai ucapan terima kasih atas segala kebaikan Pak Singkong yang telah memberinya hidup selama 4 hari dengan buntut singkongnya si Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat derajat kehidupannya.

Tausyah...
Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan tulus. Demikian juga Allah akan membalas sekecil apapun perbuatan jahat dengan azabnya yang pedih.
Allah memberi rejeki dari tempat yang tidak disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki Nya.

Dikutip dari kisah nyata oleh Ustadz Yusuf Mansur pada Pelatihan Wisatahati "The Power Of Giving ; Membangun Integritas Mencapai Target Kinerja" di PLN UPJ Bekasi.


Blog EntryNai-nai ba....nya Aisyah (bagian ke-2)Jan 29, '08 8:13 PM
for everyone

5 s/d 7 bulan

 

 

Melanjutkan kisah balik perkembangan Aisyah dari lahir. Belum genap 5 bulan, Aisyah sudah keluar 2 gigi bawahnya. Semula, aku heran kok ada putih2, lama2 aku nyadar kalo itu bakalnya gigi.

Umur 5 bulan, Aicyan sudah lengkap imunisasinya selama 1 tahun. Karena aku takut kenapa2, apalagi Aisyah enggak bisa dapat ASI (yang menurut informasi kesehatan, bayi rentan terhadap penyakit apabila tidak minum ASI), akhirnya setuju untuk mengikuti imunisasi.

 

Dan betapa terkejutnya, setelah tiba di Utsunomiya.....Kata seorang pegawai di City office (semacam kantor kotamadya) yang mengurus soal anak2...

Sugoi...ne......katanya (sambil tersenyum...)

Katanya hebat, di Indonesia suntikan imunisasi 1 tahun, bisa rampung 5 bulan (nyindir kali ya....), padahal disini terjadwal..dan ada rentang waktunya...

Aku jadi kaget, walah apa enggak kenapa2 nanti Aisyah....ehmmm moga2 Aisyah enggak kenapa2.... Habis aku enggak tahu, lagian dokternya ya gitu......apa ya gitu, semua dokter anak di Indonesia??, Sekali datang sampai borong 3 imunisasi sekaligus.

 

Umur 6 bulan, sudah mulai ngajak ngomong2 ala bahasa bayi......pagi2 jam 5 pasti udah bangun dan ngajak ngomong. Selain itu, udah aktif menjejakkan kaki keatas, kadang menyilangkan kedua kakinya. Aicyan juga tertarik dengan bunyi2an yang disebabkan tendangan kakinya ato garukan jarinya di dinding.

 

Yang paling menarik perhatianku, waktu itu orang tua yang asal jawa menganjurkan kalo mau diberi pisang harus pisang kepok, itupun harus pisang kepok merah. Setelah beli pisang kepok merah (tentunya di Indonesia), dan mencoba menyuapkan ke Aisyah ternyata Aisyah ndak mau...He...he..ternyata pisangnya asam...padahal namanya pisang kepok merah harusnya manis. Akhirnya pisang 1 sisir dikukus untuk dimakan bersama-sama. Setelah sampai di Jepang, nyari pisang kepok sulit apalagi yang namanya pisang kepok merah. Aku juga baru ngeh, lah kenapa enggak pake aja pisang biasa (disini mah yang ada kayak pisang sunpride, apa gini ya ejaannya??). Itupun aja dari Philiphina. Juga makanan yang dibawa dari Indonesia, bubur pisang, apa itu juga dari pisang kepok?? Bismillah, akhirnya Aisyah kuberi pisang biasa aja, wong nyari disini sulit. Dan alhamdulillah Aisyah tidak ada masalah dengan namanya pisang sunpride. Makannya lahap sekali, kalau tak dihentikan bisa 1 buah pisang habis olehnya.

 

Usia 6,5 bulan,

a.      Udah dimulai minum rebusan kacang hijau 2 s/d 4 kali sehari (siang s/d sore hari), karena memang bagus untuk kesehatan, juga kalo banyak minum susu formula, menurut informasi bisa bikin bayi kegemukan. Aisyah mau tidur musti minum susu, kalo enggak gitu dia enggak bisa tidur. Begitu juga dimalam hari, ditengah-tengah tidur malamnya dia kuberi susu....  Kadang2, Aisyah kukenalkan minuman teh bayi, yang sudah biasa di Jepang. Cuman dia enggak seberapa suka.

b.      Diumur 6,5 bulan juga, Aicyan sudah tumbuh 1 gigi atasnya.

c.       Aku juga mulai melatih Aicyan memegang botol susu sendiri.

d.      Mulai senang meremas plastik ato kertas.

e. Kadang2 maju dengan cara telentang dan mendorong kepala pake leher. 

 

Umur 7 bulan, dengan berat 8,6 kg dan tinggi 69,5 cm (pake baju), menurut petugas yang memeriksa di Bell Mall (nama Mall besar di Utsunomiya) termasuk berat dan tinggi yang optimal di usia tsb.

a.      Karena ada rangenya, Aisyah termasuk terberat dan tertinggi dalam range yang normal. Berarti Aisyah enggak kegemukan seperti komentar beberapa orang di Indonesia....Tahu sendiri di Jepang khan kibisii (strict) dengan namanya berat badan. Menurut petugas, kalo diberi makan jangan itu2 aja, tapi bervariasi untuk menghindari alergi dan tentunya makanan yang bervariasi saling melengkapi zat gizinya. Jangan hanya makan, makanan yang disuka dia terus, seperti pisang ato sup jagung, cobalah makan jeruk yang mungkin rasanya tidak dia suka. Tapi ini juga harus dilihat, setelah makan makanan ini tidak menimbulkan diare ato akibat lainnya. Begitu kata si petugas baby care di mall tsb.

a.      Diusia ini pula, waktu kuperlihatkan fotonya di komputer dan waktu kubawakan cermin( lalu bercermin bersama), Aicyan ketawa melihatnya....

b.      Ngelihat dibuku makanan bayi disini, ternyata usia 7 s/d 8 bulan, mulai diajarkan  makanan yang lebih kasar buburnya, tapi tentunya lunak. Untuk melatih gigi dan  pencernaan.

c.       Juga sudah mulai minum dari sendok, ketika diberi minum disela-sela makannya...

d.      Ketika duduk dikursi goyangpun, kadang2 dia sudah mulai enggak mau menyandarkan badannya di kursi goyang. Malah Aicyan menggerakkan badannya supaya kursinya bergoyang2. Selain itu, dia suka melepas kaus kakinya.

 

Tadi siang, Aicyan sembunyi di korden  dan mencoba menggoda kami dengan nai-nai ba..nya ketika Ayahnya pulang makan siang.......

 

 

Memang menyenangkan dunia bayi, bikin orang gemas melihatnya.....


1 s/d 4 bulannya Aisyah

 

 

 

 

Sudah 7,5 bulan usia Aicyan, panggilan Aisyah…dan sudah hampir 2 bulan juga merasa dinginnya di Utsunomiya. Sejak tingal di Utsunomiya, alhamdulillah sehat2, walaupun pernah sekali merasakan diurut ama dokter tulang dekat daigaku.

 

Ceritanya akhir bulan desember tahun lalu. Sewaktu mandi pagi, bundanya terlalu keras menarik tangan untuk melepas bajunya.

 

Udah kebayang nangisnya Aicyan, nangis tanpa bersuara, mungkin terlalu sakit. Tapi waktu mandi udah enggak nangis lagi, siang dan sore waktu temenku datang juga enggak rewel, aku pikir udah enggak apa2.

 

Seperti biasa jam 8 malam, waktu mau ditidurkan ditempat tidur, Aisyah kutidurkan ditempat tidur dan kuselimuti. sambil minum susu kunyanyikan lagu nina bobo, biasanya beberapa menit kemudian udah tidur. Tapikali ini tiba2 dia nangis jejeritan kayak kesakitan. Sampe2 kugendong supaya bisa tidur. Tapi sampai terlelappun dalam gendonganku, ketika diletakkan ditempat tidur, dia nangis, kayak kesakitan, begitu sampai 3 kali. Aku sadar kalo dia keseleo (kata org Jawa).

 

Aku berpikir keras gimana caranya Aisyah bisa tidur dengan nyaman, karena ngelihat Aicyan matanya merah, pengen tidur tapi diletakkan ditempat tidur, nangis....Untung aja, ada kursi goyang bayi, pinjaman dari Didi (makasih ya Didi...) yang bisa berfungsi untuk makan dan tidur bayi. Kurebahkan kursi, supaya Aisyah bisa diletakkan disitu....alhamdulillah dia bisa tidur tanpa nangis jejeritan kayak tadi.

 

Tiba saatnya bangun pagi, kucoba untuk memancing tangan kanan Aisyah untuk memegang balon, ternyata tangan dia sebelah kanan enggak mau menyentuh balon, yang ada dia cuman nangis. Biasanya bangun tidurpun, dia udah balik2 (alias tengkurep), tapi kali ini dia diam aja...enggak ketawa sama sekali.

 

Dengan ditemani Didi, kupergi ke dokter tulang terdekat. Padahal pendaftarannya ditutup jam setengah 1 siang, dan kita datang jam 1 kurang 15 menit. Alhamdulillah dengan penjelasan Didi, klinik tadi mau menerima pasien yang telat....maklum pertama kali datang ke klinik ini. Setelah menunggu kurang lebih 45 menit, tibalah Aicyan diperiksa. Ama dokternya setelah ditanya, mana yang sakit...dipegangnya tempat yang sakit. Lalu Aicyan diminta keluar dari tempat periksa dan diminta masuk kembali keruang periksa setelah 15 menit. Aku excited, karena enggak sampai 5 menit setelah dipegang ama dokter, Aicyan langsung menggerakkan kedua tangannya sambil ketawa. Ehmmm jadi benar keseleo dalam hatiku....Alhamdulillah ...Setelah 15 menit kemudian, masuk lagi keruang periksa, dokter mengatakan oke sudah bisa pulang kalo begitu dan apabila ada keluhan lagi, balik ke klinik lagi.

 

Mengingat Flash back pertumbuhan Aisyah kembali........

 

Lahir dengan berat 3,2 kg dengan panjang 49 cm di bulan Juni 2007.

 

Aicyan, belum genap 1 bulan, tepatnya 3 hari setelah lahir, kena sakit kuning sampai harus dirawat kurang lebih 3 hari. Waktu itu, kami minta untuk dirawat dirumah aja dengan memanaskan dibawah matahari lebih lama lagi, maklum semenjak lahir sdh dipanaskan dimatahari. Tapi mengingat sudah mengkhawatirkan, akhirnya terpaksa dirawat dirumah sakit.

 

Umur 1 bulan kepalanya tergolong gedhe, begitu kata dokter anak2 (waktu itu masih di Surabaya). Daripada kenapa2, takutnya kena hydrocepalus (mungkin gini ejaannya??), akhirnya memaksa dia mengikuti USG Kepala di Laboratorium. Alhamdulillah, tidak ada masalah.....Dan ternyata setelah pindah kedokter anak yang lain, Aicyan juga dinyatakan kepala gedhe. Tapi setelah diperlihatkan hasil USG Kepala, akhirnya dokter menyatakan oke..... Mudah2an gedhe kepalanya membawa kelancaran sekolahnya besok.

 

Di usia 4 bulan,

a.      Aicyan baru bisa tengkurep, yang kata dokter anak waktu itu, termasuk telat....dengan berat badan yang tergolong besar. Padahal dengan tinggi badan yang panjang, Aisyah termasuk berat badan yang optimal. Sampai2 waktu sakit panas (karena sudah dikasih obat tempel dikepala enggak mempan), diberi obat yang dosisnya tergolong tinggi (begitu kata apotekernya). Sampai2 apotekernya, tanya kembali ke papa ku (maklum waktu Aisyah umur 2 s/d 4 bulan, aku di Utsunomiya) sebelum menyerahkan obat. Ini umur berapa ya...tanya apotekernya (karena bayi kok dosisnya tinggi)...Ternyata karena perkiraan dokter anak, berat Aisyah yang termasuk besar, diberi dosis yang tinggi,.... Dan akhirnya, malah Aisyah jadi diare.....Untung aja panasnya turun, segera aja mama ku memberhentikan obat panasnya....

b.      Umur 4 bulan pula dikenalkan cornsup, tajin, dan apple juice (semua dari powder), yang dikirim dari jepang....karena di Indonesia makanan pendamping baru dikenalkan mulai umur 6 bulan. Tapi dari beberapa yang dikirim, Aisyah cuman suka dengan cornsup sampai pengen nambah lagi. Karena masih khawatir, cuman make 1/2 porsi sachet sekali makan setiap harinya.

 

Oke, segini dulu cerita nai-nai ba...nya Aisyah, akan kusambung lagi di part berikutnya.

 


EventOur UniversaryJan 27, '08 11:25 PM
for everyone
Start:     Jan 31, '08 12:00a
Location:     Our Home
Ndak kerasa sudah menginjak tahun ke-9 perkawinan kami.....Banyak suka dan duka yang kami rasakan bersama. Semoga kebersamaan kami tetap langgeng...

Category:Other
Ini juga dari milis sebelah......

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur
Oleh : Bobby Herwibowo

Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi
kebanyakan manusia tidak bersyukur. QS. Al Baqarah : 243

Menjelang Ramadhan tahun ini ada seorang sahabat menuturkan kisahnya.
Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya
berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan.
Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka
sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko
swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat
itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada
istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar
uang kertas berjumlah 1000 rupiah.
Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan
ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan
jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang
kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup
itu ke arah mulutnya. Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, "Aku
dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan."
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas
isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku
tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan
putrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli
cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center
guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana
ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin
mengecek saldo rekeningnya.
Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin
tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian
muncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan
senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam
rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM.
Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya.
Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai
10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi
kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi
meminta tambahan sedekah.
Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang
yang ia terima betapa girangnya dia. Ia berucap syukur kepada Allah
dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh
kesungguhan:
"Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan!
Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.
Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan
keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.
Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga
tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di
surga...!"
Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu
mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap
terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi
sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali
lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik,
Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya
wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya
bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka
berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung
tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan
putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini
mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?"
Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan:
"Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu
rupiah!"
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan
bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis, namun
Budiman melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya,
ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak
itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga
kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah
sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM
saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin
ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat
saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa
bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu
bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau
memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah,
apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa,
ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun
sedikitpun aku tak berucap hamdalah."
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan
beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas
setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.
Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala
nikmat-Mu!


ReviewReviewReviewReview"Ma'afkan ayah anakku..." Jan 9, '08 9:08 PM
for everyone
Category:Other
Dari email tetangga,......semoga bermanfaat.

"Ma'afkan ayah anakku..."
Oleh: Tidak Diketahui


Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan. ..

Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada yang
kelupaan pada kata yang satu ini, yaitu : MA'AF.

Jam sudah menunjukkan angka sebelas ketika aku duduk merebahkan diri di
ruang tengah. Tentu saja istri dan anakku Aisyah sudah tertidur lelap. Tapi
kenapa pintu kamar Aisyah masih terbuka? Aku tertegun saat berdiri di depan
pintu kamar Aisyah. Aisyah tertidur di meja belajarnya ditangan kanannya
masih memegang pinsil dan sepertinya ia menulis sesuatu di buku tulisnya dan
ada segelas kopi.

"Tumben anak ini minum kopi," pikirku.

Kuangkat dia ketempat tidur. Kubereskan meja belajarnya yang berantakan,
namun sebelum aku menutup buku tulisnya aku ingin melihat apa yang ditulis
Aisyah. Aku tertegun sejenak saat membaca tulisan-tulisannya, ternyata
semuanya cerita tentang diriku. Sampai akhirnya aku membaca 3 lembaran
terakhir yang sangat menyentuh hatiku.

Di lembaran pertama dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi menemaniku ke
toko buku, mungkin ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Aku mengerti
dengan kesibukanmu ayah."

Aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu Aisyah mengajakku ke toko buku, aku
ingat sekali gaya bicaranya yang polos.

"Ayah nanti sore ada kegiatan nggak sih," sapa Aisyah saat aku akan pergi
kerja.

"Ada apa sayang," jawabku.

"Ayah mau nggak menemani Aisyah ke toko buku?"

"Kalau ayah nggak sibuk nanti sore akan ayah usahakan menemani kamu yach".

"Terima kasih, ayah," ucap Aisyah dengan wajah yang sangat gembira sambil
mencium pipiku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.

Di lembaran kedua dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi lagi menemaniku ke
toko kaset, padahal aku ingin sekali mendengar lagunya Sulis dan memutarnya
di kamarku saat aku sedang sendiri agar aku tidak merasa sunyi. Sebenarnya
aku mau ngajak ibu tapi aku ingin sekali ditemani ayah. Tapi lagi-lagi ayah
sibuk".

Dan aku ingat lagi kalau Aisyah memang pernah mengajakku menemaninya membeli
kaset.

Kalau dia ingin mengajakku dia selalu bicara seperti ini, "Ayah nanti sore
sibuk nggak atau Ayah nanti sore ada kegiatan?"

Bahasa yang sopan sekali menurutku sehingga aku tidak bisa untuk mengatakan
tidak walaupun terkadang aku tidak bisa memenuhi keinginannya.

Di lembaran terakhir dia menulis : "Hari ini dan untuk kesekian kalinya ayah
tidak bisa menemaniku. Tadi aku mengajak ayah ke pasar malam padahal ini kan
hari terakhir ada pasar malam di komplekku dan aku udah janji sama Pak Mamat
kalau aku akan membeli boneka yang ditawarkan tadi sore saat pak Mamat lewat
depan rumahku, aku katakan pada pak Mamat kalau aku akan pergi bersama ayah
ke pasar malam dan aku akan membeli boneka pak Mamat. Karena ayah masih
belum pulang pasti pak Mamat sudah menjualnya. Pak Mamat maafkan Aisyah yah.
Besok pagi akan Aisyah tunggu di depan rumah dan minta maaf pada pak Mamat
kalau Aisyah tidak bisa pergi ke pasar malam. Kali ini Aisyah yang akan
duluan meminta maaf, biasanya kan pak Mamat selalu minta maaf kalau sudah
melihatku di depan rumah menanti majalah yang kupesan. Dia selalu bilang,
'maaf yah neng, pak Mamat terlambat'. Padahal menurutku pak Mamat nggak
terlambat hanya aku yang terlalu cepat menunggunya. Begitu melihatku sudah
menunggu dia mengayuh sepedanya lebih cepat lagi. Saat kutanya kenapa sih
pak Mamat selalu minta maaf padahal pak Mamat kan nggak punya salah pada
Aisyah. 'Iya neng, Pak Mamat tidak ingin mengecewakan neng Aisyah kemaren
kan sudah bilang kalau pak Mamat nganterin pesanan neng Aisyah pagi-pagi
sebelum neng pergi kesekolah. Coba kalau pak Mamat datangnya kesiangan pasti
neng kecewa, pak Mamat nggak ingin neng, ngecewakan orang karena kekecewaan
itu akan menimbulkan luka di hati. Dan susah neng untuk menyembuhkannya
kecuali kita minta maaf dengan tulus pada orang yang telah kita kecewakan'.
Aku jadi ingat sama ayah, ayah tidak pernah mengucapkan maaf padaku, atau
mungkin karena ayah menganggapku masih kecil atau ah, aku tidak mau
berprasangka buruk terhadap ayah. Walaupun sebenarnya aku sangat kecewa
dengan ayah tapi aku tidak ingin menyimpan kekecewaan itu didalam hati.
Bahkan hatiku selalu terbuka untuk kata maaf ayah".

Aku menangis membaca tulisan Aisyah, kudekati Aisyah di pembaringan sambil
kupandangi wajahnya yang polos. Aisyah anakku sayang maafkan ayah, ternyata
kau punya hati emas. Aku memang tidak pernah minta maaf pada Aisyah atas
janji-janji yang tidak pernah kupenuhi padanya. Dan aku selalu menganggapnya
dia sudah melupakannya begitu melihatnya dipagi hari wajahnya begitu cerah
dan selalu tersenyum. Dan ternyata dia masih mengingatnya dalam
tulisan-tulisannya. Ah, entah sudah berapa banyak goresan rasa kecewa yang
ada dihatimu andai kau tidak memaafkan ayah. Aisyah, ayah akan menunggumu
sampai terbangun untuk meminta maafmu.

---Untuk anakku tersayang Aisyah---

Renungan:
Terkadang kita malu atau enggan hanya untuk sekedar mengatakan kata "maaf"
dan membiarkannya menjadi goresan-goresan luka yang membekas di hati. Atau
mungkin kita sering beranggapan bahwa mereka akan melupakannya setelah
beberapa hari. Kalau seandainya anda juga pernah melakukan hal yang sama
seperti saya, tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf pada orang yang
pernah anda kecewakan. Jangan malu untuk melakukan hal yang benar sekalipun
itu anda lakukan untuk seorang bocah atau teman, karena mereka juga punya
hati nurani. Dan seandainya mereka masih tersenyum padamu walaupun anda
telah mengecewakan mereka anda harus bersyukur atas karunia itu. Semoga
kita-kita semua memang tidak pernah lupa pada kata yang satu ini, 'MAAF".


ReviewReviewReviewReviewKepuasan dirasa SyukurJan 9, '08 8:18 PM
for everyone
Category:Other
dari milis tetangga

Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk, ajaknya. Oke,
jawabku. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange
Building.

Selepas SCBD, kami masih belum ada ide mau makan dimana. Ide ke soto Pak
Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai
sebrang-sebrang.

Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Bisa makan di mobil
soalnya sampai di sana masih sepi. Baru ada beberapa mobil. Kami masih bisa
milih parkir yang enak. Mungkin karena masih pada jumatan. Begitu parkir,
seperti biasa, joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa, minum apa.

Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Sambil menunggu pesanan, kami
pun ngobrol. So, ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela
mobil kami, kami agak kaget.
"Semir om?" tanyanya. Aku lirik sepatuku. Ugh, kapan ya terakhir aku nyemir
sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Saking lamanya. Maklum, aku kan karyawan
sok sibuk...Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia.
Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Tempat yang
terlihat dari tempat kami parkir. Tempat yang cukup teduh. Mungkin supaya
nyemirnya nyaman.

Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan
pemuda tadi nyemir sepatu ku. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Umur
sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Biasanya pemuda umur
segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet,ya jadi pak ogah.
Pandangan matanya kosong. Absent minded. Seperti orang sedih. Seperti ada
yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kadang2 matanya
melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai).

Lalu pandangannya kembali kosong. Perbincangan kami mulai ngelantur
kemana-mana. Tentang kira2 umur dia berapa, pagi tadi dia mandi apa enggak,
kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan saat dia selesai menyemir.
Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Belum lagi dia kubayar, dia bergerak
menjauh, menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami.

Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Menawarkan
jasa. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Pergi ke mobil
satunya. Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya.
Menawarkan lagi. Ditolak lagi. Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami
juga merasakan penolakan itu.

Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Tiba-tiba
kami tersadar. Konyol ah. Who said life would be fair anyway. Kenapa jadi
kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi...

Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa melihat
pemuda tadi, masih menenteng kotak semirnya di satu tangan, mendapatkan
penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Bahkan, selain penolakan,di
beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga.

Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Duduk di atas kotak semirnya. Tertunduk
lesu...Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku bayar.
Kulambai dia. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Uang
sisa parkir. Lalu kuberikan kepadanya. Soalnya setahu ku jasa nyemir
biasanya 2 ribu rupiah

Dia berkata kalem "Kebanyakan om. Seribu aja".

BOOM. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.
It-just-does-not-compute-with-my-logic!
Bayangkan, orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya.

Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia
kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? But, dia merasa
cukup dibayar segitu. Pikiranku tiba-tiba melayang. Tiba-tiba aku merasa
ngeri. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Betapa aku masih suka merasa
kurang dengan gaji ku. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari
dia.

Tuhan sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilaku-ku belum seberapa
dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam kekurangannya, masih mau memberi,
ke aku, yang sudah berkelebihan.

Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga.
Siang ini aku seperti diingatkan.
Bahwa kejujuran itu langka.
Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur.


Blog EntryPenantian Yang Berkesudahan…. Oct 24, '07 11:17 PM
for everyone
(Lanjutan Andai Punya Time Capsule)


Hari ini(kamis), jam 11 kuSMS suami, untuk mengabarkan kalo pasporku dari kedutaan Australia belum datang-datang juga. Ehmmm sampai kapan aku harus menunggu……Jeile…kayak judul lagu aja.... Padahal besok, pagi2(jumat) aku harus cabut dari Utsunomiya menuju ke Narita….Tapi kucoba menunggu dengan sabar sampe jam setengah 12. Kalo ndak ada juga, terpaksa harus menelpon kedutaan.

O,ya, udah enggak tahu terhitung berapa kali, kami menanyakan ke kedutaan Australia. Karena sampai rabu enggak datang-datang juga si paspor….Mosok cuman ganti nama yang salah perlu waktu lama…
Hari rabu, dibela-belain pagi2, kami pergi ke kantor pos besar Utsunomiya, untuk mengecek apa pasporku ada. Lagi2 jawaban kantor pos, membuat kami kecewa. Maklum karena kita enggak mengantongi nomor kakitome yang dikirim kedutaan Australia di Tokyo. Mana bisa ngecek kata mereka….Mereka hanya bisa mengecek sebatas ada apa enggak surat yang ditujukan dialamat rumah kami tanpa tahu, pasporku sekarang sudah ada dimana. .Walah, walah…..
Sedangkan kami sudah menanyakan ke pihak kedutaan, mengenai nomor berapa kakitome pada waktu mengeposkan pasporku dari Tokyo. Tapi belum ada jawaban…

Tapi dalam hati kami, terlintas bahwa jangan-jangan ada masalah juga dipengiriman posnya seperti kemaren waktu mau dikirim ke kedutaan. Missread oleh Mr.Postman….Enggak tahu artinya Attn…..

Ternyata memang benar. Setelah dapat kabar dari kedutaan hari rabu jam 12 siang, dapat kabar ternyata pasporku yang sebenarnya sudah diposkan pihak kedutaan hari senin, balik lagi selasa sore ke kedutaan Australia. Dengan kata tidak terkirim ke aku, karena misunderstanding soal “Attn”…..Dan supaya ndak terjadi salah pengiriman, pihak kedutaan mengganti amplop dengan yang baru beserta alamat yang ditujukan langsung ke kami. Pihak kedutaan cuman mengatakan harap menunggu aja karena paspor akan datang kamis.

Balik lagi, ke penantianku….ehmmmm…jarum jam sedang menunjukkan pukul 11.15…tiba-tiba kudengar deru sepeda motor pak pos melewati area komplek apato kami….Kudengar dengan seksama, apa sepeda motor itu akan berhenti dirumah kami…..
Ternyata ting…tong…bunyi orang memencet bel rumah kami…Pak pos berdiri didepan pintu kami sambil menyerahkan secarik amplop.
Pak pos berkata ,”Kakitome des”.
“ Hanko onegaisimas” katanya lagi.
Setelah mengucapkan terima kasih, sekilas kulihat ada stempel kedutaan Australia..Ini dia yang kutunggu-tunggu….yang membikin dag-dig-dug der aja selama 2 minggu….

Segera kubuka amplop, dan pelan2 kutelusuri kata perkata divisa tersebut….Ehmmm bener…..bener kataku dalam hati…
KuSMS kembali suami, dan kukatakan kalo pasporku udah sampe barusan. Dan suami meminta melihat ulang, apa benar namaku sudah benar…..Enggak mau khan salah untuk kedua kalinya…..
Dan Alhamdulillah……Yokatta…


Note:
Kakitome-surat tercatat
Apato-apartemen
Hanko-personal seal



Blog EntryAndai Punya Time Capsule……Oct 22, '07 7:57 AM
for everyone

 

 “Ting tong” bunyi orang memencet bel dirumah kami.

 

 

 

 

 

Kubuka pintu rumah, dan kulihat pak pos menyodorkan sebuah amplop yang sudah lama kutunggu-tunggu….Amplop itu balasan dari kedutaan Australia…..Alhamdulillah bathinku….

Lega karena lama kutunggu-tunggu, ternyata dapat juga visa dari kedutaan Australia…. Maklum minggu ini Jumat 26 Oktober, suami ada rencana mengikuti conference di Brisbane, mau enggak mau aku juga ikutan kesana.....

 

 

 

 

 

Pelan-pelan, kubuka paspor pertama milik suami, kulihat deretan huruf dan kubaca.

Nama suami sudah benar.....sesuai dengan nama yang ada di paspor.

Dapat visa business activities yang berlaku mulai 10 Oktober.....dengan ijin visa 3 bulan....

Tetapi, begitu pasporku kubuka, alangkah kagetnya…..namaku salah ejaannya…kubaca berkali-kali…takut salah baca….Ternyata namaku memang salah….Ika Kusnaryati ditulis Ika Kusnaryanti…..

 

Segera kutelpon suami, dan kukatakan bahwa visaku salah nama…bisa-bisa enggak bisa masuk ke Australia

“Heran, kenapa mereka bisa salah,” gerutuku….

“Padahal udah nunggu lama, 3 minggu….sebetulnya kalo punya waktu agak panjang oke, kita bisa telaten nunggu…..Tapi waktunya sudah mepet, salah lagi…”..