| |
 Dari milis sebelah, semoga bermanfaat.........
Tersebutlah dalam sebuah kisah nyata.
Diujung gang sebuah pasar, mangkal seorang penjual singkong goreng (gorengan) yang setiap hari berjualan dengan penuh suka cita demi menghidupi anak dan istri tercinta.
Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. Si anak berdiri di sisi gerobak kesayangan Pak Singkong (sebut saja begitu) sambil memandangi gorengan panas yang baru diangkat dari penggorengan mendidih. Sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan bertanya "kamu mau... ?" dan tanpa bersuara si Anak Singkong (sebut juga begitu) mengangguk, tersungging sedikit senyum gembira penuh harap.
Terlintas begitu saja, Pak Singkong langsung bereaksi. Ia mengambil ujung paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, daripada terbuang sia-sia, karena ga ada yang mau beli gorengan buntut singkong. Dengan penuh kegembiraan si Anak Singkong melahap buntut singkong goreng gratis dari Pak Singkong.
Demikian, hal berulang setiap hari. Sampai pada hari ke empat, pak singkong tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya...
Dari sebuah mobil yang cukup mewah (Belum Jaguar setidaknya), turun seorang laki-laki muda gagah, parlente kata orang betawi (sebut aja si Tampan). Dia menghampiri pak singkong dengan senyum gagah menawan.
"Gorengan Om", begitu teguran khas Pak Singkong ke stiap pelanggan yang datang. "Ya Pak, tapi saya mo beli buntut singkong" sambil tetap mempertahankan senyum gagah (hehehe... senyum gagah kaya apa sih ?).
Sambil senyum dan tak kalah gagah (ukuran Pak Singkong), Pak Singkong menjawab sekenanya "Maaf Om... saya kaga jual buntut singkong" dan si Tampan ga mau keabisan akal "ah... massaaa...." katanya sambil pindah ke posisi kanan gerobak Pak Singkong sambil menggogot jari telunjuknya.
"Masya Allah.... Subhanallah...." sambil melotot terperangan penuh haru "jadi ini kamu...." demikian kata Pak Singkong sedikit terbata. "Ya... ini saya, 20 tahun cukup untuk membuat Bapak lupa sama saya" jawab di Tampan.
Setelah 4 hari minta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya... ia bekerja keras untuk pendidikan dan karirnya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukse yang ga pernah dibayangin sebelumnya.
Singkatnya, sebagai ucapan terima kasih atas segala kebaikan Pak Singkong yang telah memberinya hidup selama 4 hari dengan buntut singkongnya si Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat derajat kehidupannya.
Tausyah... Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan tulus. Demikian juga Allah akan membalas sekecil apapun perbuatan jahat dengan azabnya yang pedih. Allah memberi rejeki dari tempat yang tidak disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki Nya.
Dikutip dari kisah nyata oleh Ustadz Yusuf Mansur pada Pelatihan Wisatahati "The Power Of Giving ; Membangun Integritas Mencapai Target Kinerja" di PLN UPJ Bekasi. 
 | subhanallah..... terharu T__T itu foto sakuranya juga subhanallah bagus banget |
 | Y a, begitulah.....Allah berfirman dalam alqur'an, barang siapa yang bersodaqah dapat ganjaran 7x lipat dlam artian tak terhingga........ |
 | subhanallah...itulah ganjaran buat yg ikhlas. |
 | Makasih mbak Retno....Gimana kabarnya??? |
| | |
|
|