
Ketika transit di Denpasar dalam perjalanan menuju ke Sydney, kulihat beberapa toko yang menawarkan hidangan dengan bermacam harga yang bervariasi. Karena mayoritas orang yang transit di Denpasar orang luar negeri, tidak heran tersedia beberapa hidangan ala luar negeri, sebut aja Soba dan Udon. Masakan ala jepang ini, yang biasa di Jepang cuman seharga 400 yen, di Denpasar paling murah seharga 80.000 rupiah. Mungkin karena bahan2nya yang harus diimpor dari jepang, sehingga membuat harga soba dan udon jadi mahal daripada tempat asalnya.
Tergiur saya tuk mencoba masakan Indonesia, bakso dan nasi opor. Rasanya sudah lama saya tidak merasakan masakan ini. Walaupun harganya 3 kali lipat, dibandingkan dengan harga yang dijual diluar airport sana. Tetapi cukup menggoda selera untuk mencobanya.
Saya juga sempat terperanjat ketika mengetahui harga pocari sweet kalengan, yang biasa dibeli luaran sana seharga 3500 rupiah, bisa jadi 20.000 rupiah. Wisatawan dari Jepangpun sempat terperanjat melihat harga minuman softdrink di Denpasar airport. Kulihat, mereka sampai tidak jadi membeli, entah karena terlalu mahal daripada diluar airport atau mungkin karena sudah mau balik ke Jepang, sehingga mereka bawa uang sisa yang tinggal sedikit yang tak cukup untuk membelinya. Karena sempat terlihat, pria itu memegang uang lima ribuan ditangannya....
Ternyata beda dengan harga barang2 yang dijual di Narita airport, yang harganya enggak seberapa beda jauh dengan yang dijual diluar airport. Kayak gantungan kunci di Asakusa(salah satu tempat wisata di Tokyo), hampir sama harganya di Narita airport.