
Sudah lama pengen nulis cerita ini tapi belum kesempatan tuk menuangkannya. Tapi baru sekarang berkesempatan menulis mengenai klinik anak2, yang di jepang biasa disebut Sonika.
Siapa saja pasti dah tahu kalo periksa ke dokter terutama anak2, pasti membayangkan sesuatu yang menakutkan. Tapi saya sedikit terkesima begitu mengantarkan Aicyan, (panggilan Aisyah) tuk ke “Sonika” karena kaze perut. Terbayang di otak, pastilah kutemui perawat2 berbaju putih dengan dokter bermuka terlipat karena letih setelah menangani banyaknya pasien anak2. Belum lagi tangisan anak2 setelah keluar dari kamar periksa.
Ketika saya pergi ke Arimura Klinik dekat rumah, ternyata sirnalah apa yang kubayangkan. Sebelum masuk ke ruang resepsionis, kita diminta tuk mengganti sepatu yang kita pakai dengan seripa(sandal ruangan) dari klinik tersebut. Begitu pintu kubuka, terdengar sambutan ramah dari para suster, tuk menanyakan maksud kedatangan kita. Setelah terlebih dahulu menyerahkan hoken ke petugas resepsionis, kita diminta mengisi data dan keluhan penyakit anak kita.
Sambil menunggu antrian, kita disuguhi tontonan anak2, kadang AnPanMan ato Kitty Chan...Kalo enggak mau lihat tontonan video yang diputar, anak2 disuguhi dengan buku cerita bergambar yang tentunya tidak kalah menarik. Di atas kursi yang tepatnya sofa, diletakkan boneka2 yang menyandar di tembok. Tak lupa, disudut ruangan kulihat alat untuk prosotan yang terbuat dari plastik dengan ukuran enggak seberapa tinggi. Tentunya, yang bisa digunakan tuk anak usia kalo enggak salah 2 tahun keatas.
Sedikit informasi mengenai klinik ini, ternyata dokternya juga pemilik klinik ini dan rumahnya berada berdempetan dengan klinik. Yang saya acungin jempol, mereka juga menyediakan tempat parkir mobil para pasien. Jadi enggak bikin macet jalan tetangga kanan kiri…..dan gratisss.....
Balik lagi....Setelah menunggu antrian, tibalah giliran kami tuk memeriksakan Aicyan. Kudapatin dokter kalo enggak salah 60 tahunAn dengan uban putihnya, menanyakan maksud kedatangan kami. Setelah melakukan pemeriksaan, dengan sabar beliau memberi penjelasan dengan kertas bergambar mengenai penyakit kazenya Aicyan. Malah kertas bergambar tersebut boleh dibawa kita sebagai informasi.
Setelah keluar dari pintu pemeriksaan, kita menunggu sejenak obat yang akan diberikan. Itupun sebelumnya, petugas menanyakan obat apa yang akan mudah diminum Aicyan, karena ada puyer ato sirup. Saya bilang keduanya oke aja....tapi saya sempat mikir juga kalo dapet sirup dari dokter anak indonesia aja rasanya masih ada pahitnya (sempat saya coba rasakan), padahal disitu tertulis rasa apel....Sampai2 Aicyan muntah, begitu diberi obat pilek pada waktu itu. Apalagi obat dengan bentuk puyer.....pasti kebayang pahitnya.
Ternyata tidak hanya diberi obat puyer, tetapi beberapa informasi mengenai penyakit kaze beserta cara penanganannya juga diberikan. Taklupa ada 3 sticker unik yang bergambar animasi kartun, kayak burung...yang menyertainya.
Dan mengenai obat puyer pemberian Arimura klinik itu, ternyata rasanya benar2 rasa buah, makanya Aicyan suka....malah pengen terus....
Utsunomiya, 16 Mei 2008
Note:
Sonika-dokter anak2
Hoken-kartu asuransi kesehatan